7/10/2023

Metabolisme Tubuh Melambat Seiring Bertambahnya Usia

Metabolisme Tubuh Melambat Seiring Bertambahnya Usia. Metabolisme sering kali dijelaskan sebagai proses tubuh yang berlangsung dengan cepat atau lambat, dan "kecepatannya" dapat berubah sepanjang hidup kita. Namun, apakah usia memainkan peran penting dalam hal ini? Dan jika ya, kapan metabolisme kita mulai melambat? Carla Oates, pendiri The Beauty Chef, menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi hal ini.
Semakin kita menua, semakin mungkin kita mengaitkan rasa lelah dan keterlambatan dengan usia kita. Namun, ada baiknya memperhatikan metabolisme Anda jika Anda mengalami kelelahan, buang air besar yang tidak teratur, atau masalah kulit. 
 
Metabolisme bertanggung jawab untuk mengatur suhu tubuh, pencernaan, produksi hormon, dan kinerja kelenjar tiroid, sehingga sangat berhubungan dengan kesehatan secara keseluruhan. Meskipun perubahan terjadi seiring bertambahnya usia, memahami sistem yang kompleks ini dapat membantu Anda mendukung tubuh Anda dan menjaga fungsinya.
 
Apa itu metabolisme (dan bagaimana cara kerjanya)? 
 
Makanan memberikan bahan bakar bagi tubuh kita, tetapi metabolisme bertanggung jawab untuk mengubahnya menjadi energi. Setiap fungsi dalam tubuh membutuhkan energi, dan melalui serangkaian reaksi kimia, metabolisme menyediakan apa yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan atau homeostasis. Meskipun metabolisme melibatkan serangkaian proses kimia, dapat dibagi menjadi dua bagian yang berbeda: katabolisme dan anabolisme.
 
Katabolisme: Tahap awal ini terjadi selama pencernaan ketika makanan dipecah menjadi molekul-molekul kecil dari molekul kompleks. Ini mencakup karbohidrat, protein, dan lemak yang dapat dilepaskan sebagai energi, memberikan nutrisi penting bagi tubuh kita dan menjadi bahan bakar yang diperlukan untuk berfungsi dengan baik.
 
Anabolisme: Dengan menggunakan molekul-molekul kecil yang dihasilkan melalui katabolisme, anabolisme membentuk molekul-molekul besar yang membantu tubuh kita dalam proses penyembuhan, pertumbuhan, dan perbaikan. Sebagai jalur metabolisme, kelebihan bahan bakar anabolisme yang tidak diperlukan (dari makanan yang dikonsumsi) akan disimpan dalam tubuh, biasanya dalam bentuk lemak.

Bagaimana usia memengaruhi metabolisme Anda?
 
Usia merupakan salah satu faktor intrinsik dan ekstrinsik yang dapat mempengaruhi tingkat metabolisme individu, yaitu seberapa cepat tubuh kita membakar kalori pada waktu tertentu. Setiap individu memiliki tingkat metabolisme yang berbeda-beda. Namun, secara umum, tubuh manusia cenderung mengalami penurunan metabolisme setelah mencapai usia 30 tahun. Penurunan yang paling signifikan terjadi antara usia 50 dan 70 tahun, yang sebagian besar disebabkan oleh kehilangan massa otot dan penurunan aktivitas fisik.
Namun, penting untuk diingat bahwa jika Anda dapat mempertahankan massa otot yang sama seiring bertambahnya usia (di antara faktor-faktor lainnya), peningkatan usia tidak secara otomatis berdampak pada tingkat metabolisme Anda.
Perlu dicatat pula bahwa metabolisme selalu bekerja, terlepas dari aktivitas fisik kita. Setiap tindakan kecil, mulai dari bernapas hingga tidur, memerlukan sejumlah energi untuk berfungsi. Jadi, bahkan jika Anda tidak dapat melakukan aktivitas fisik, ada cara lain untuk mendorong metabolisme yang seimbang dan sehat.

Lima cara untuk meningkatkan metabolisme Anda seiring bertambahnya usia
 
Banyak orang menganggap bahwa metabolisme dan tingkat metabolisme mereka telah ditentukan sejak awal dan akan tetap sama sepanjang hidup. Meskipun beberapa faktor seperti genetika dan jenis kelamin tidak dapat diubah, tidaklah pasti bahwa metabolisme akan melambat seiring bertambahnya usia. Berikut adalah lima cara untuk menjaga kinerjanya:
 
Konsumsi makanan yang kaya nutrisi
 
Karena metabolisme bertanggung jawab dalam memecah nutrisi dan memberikan energi bagi tubuh, pilihan makanan yang Anda konsumsi memainkan peran penting. Fokuslah pada diet berbasis makanan utuh yang meliputi serat tinggi yang baik untuk pencernaan, buah-buahan segar, sayuran, protein tanpa lemak, lemak sehat, dan karbohidrat.
 
Lakukan latihan ketahanan
 
Membangun massa otot adalah kunci untuk menjaga metabolisme yang sehat. Alih-alih hanya berfokus pada sesi latihan intensitas tinggi setiap hari, bijaksanalah dengan memasukkan latihan kekuatan ke dalam rutinitas Anda. Semakin banyak jaringan otot tanpa lemak yang Anda miliki, semakin efektif Anda membakar kalori.
 
Kurangi asupan gula
 
Penelitian telah menunjukkan bahwa diet yang tinggi gula dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai gangguan metabolisme, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2. Selain itu, pola makan yang mengandung gula rafinasi, lemak trans, dan makanan olahan cenderung tidak memberikan nilai gizi atau bahan bakar yang dibutuhkan untuk menjaga kinerja metabolisme yang baik.
 
Jaga kesehatan usus Anda
 
Kita mengetahui bahwa kondisi usus kita dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan, termasuk metabolisme. Dengan memperhatikan asupan makanan dan suplemen yang baik untuk kesehatan usus, kita dapat mendukung peran utama metabolisme dalam memecah dan mencerna makanan dengan optimal.
 
Perhatikan hormon Anda
 
Gangguan hormon dan tiroid dapat mempengaruhi metabolisme kita dan menyebabkan gejala yang beragam. Jika Anda merasa ada yang tidak beres, seperti peningkatan atau penurunan berat badan yang tidak wajar, kelelahan, atau sembelit, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis sebelum melakukan perubahan dalam pola makan atau gaya hidup.